Jujur itu lebih baik.

Satria bingung ketika Fajri mengajak ia mengunjungi pameran malam itu, bukan karena ia tak ada waktu, tapi ......

Diteras rumahnya Satria sedang main-main dengan hp nya, ia memang sering terlihat megang hp, entah apa yang selalu ia lakukan dengan hp nya itu. "clung",  terdengar bunyi dari hp yang ia pegang, menandakan sebuah pesan telah masuk. cepat-cepat Satria membacanya.

"Sat, ada kegiatan apa malam ini?" sebuah pesan masuk ke bbm nya Satria.

"nggak ada kegiatan apa-apa Faj, kenapa emangnya?". balas Satria.

Rupanya pesan itu dari Fajri, teman satria di kampus.

"Ke Taman Sari yok, ada Expo di sana."

Satria hanya membaca pesan tersebut tanpa membalasnya. "sungguh ini masalah yang rumit, nggak mungkin kalau aku menolak ajakan Fajri ke Pameran, kami sudah lama tidak jalan-jalan atau sekedar ngopi bareng. semenjak aku memutuskan untuk pindah ke kelas yang lain dan semenjak itu pula persahabatan kami menjadi semakin renggang." Satria begitu bingung menanggapi ajakan sahabatnya itu. Ada satu alasan yang membuat ia memang tidak bisa kemana-mana dalam waktu dekat ini, apa lagi untuk malam ini.

Tapi, ia tidak mungkin membeberkan alasan itu pada sahabatnya tersebut, ia tidak mau membuat sahabatnya kecewa atau sedih.

"Siapa aja yang pergi?" Satria mencoba untuk basa-basi terlebih dahulu.

"rencananya sih betiga sama Luthfi, nantik aku smsin dia. jadi gimana mau pergi nggak?"

Seandainya Fajri tau keadaan ku sekarang, apa sebaiknya aku harus jujur? Sungguh, masalah ini memang rumit.

"Faj, maaf sebelumnya, bukan aku nggak mau pergi, tapi......" arggghhhhh apa aku harus terus-terang sama Fajri, sungguh menyebalkan.
Satria kembali urung untuk mengirimkan pesan tersebut, dia betul-betul dilema akan masalah ini, padahal masalahnya hanya sepele untuk mengatakan "pergi" atau "tidak", itu saja, cuma ada satu alasan yang membuat dia dilema tingkat tinggi.

"Ping".

"Ping".

"Ping".

"gimana sat?"

Dengan berat hati dan setelah melewati proses berpikir yang rumit, akhirnya Satria memberanikan diri untuk mengatakan hal yang sebenarnya pada Fajri.

"Faj, maaf sebelumnya. Bukan aku nggak mau pergi, tapi, tapi......... ".

"Tapi apa?" Balas Fajri begitu cepat karena Satria masih belum berterus terang.

"Aku baru saja di vonis terkena penyakit Kanker."

"Sat jangan becanda, aku serius ini, kata Luthfi kamu sehat-sehat saja kok?."

"kamu sih terlalu serius bacanya, maksud aku Kanker itu  (kantong kering)  .-_-."  Balas Satria sambil senyam-senyum.

Montasik, 01Mei 2014, 10:14 PM.

#terinspirasi dari iklan "Aku nggak ada pulsa".


7 komentar:

  1. aku gak punya dompeeeett :D :D

    BalasHapus
  2. haha...... bang follow blog lon beh.
    link blog dren peu??

    BalasHapus
  3. hahahhaa... Aku ga suka cowoook.. #loh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu bahaya kak.....haha

      Kak link blognya apa?

      Hapus
  4. Dompet masih punya kan? #kasih daun kering
    :p
    Dek, kk di montasik nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. kak udah dluan ktebak nggak endingya?
      Kmntarnya lah kak, bgian mna aja yg msih prlu di perbaiki?
      Jgn lpa follow blog kmi ya kak.

      Hapus
  5. Perasaan aku udah duluan ni bacanya... :D

    BalasHapus