Sabang Dalam Potret Mahasiswa KKN




Jalannya kehidupan ini memang tak pernah bisa ditebak. Setiap detik ke depan selalu menjadi rahasia-Nya. Kita sebagai umat manusia, bertugas untuk berusaha dan berdoa supaya selalu dalam lindungan-Nya. 

Sebagai mahasiswa yang hampir diwisuda (Aminkan saja), kami ditugaskan untuk melakukan yang namanya KKN (Kuliah Kerja Nyata) didaerah yang telah ditetapkan oleh pihak Badan Pelaksana KKN. Untuk periode IX tahun 2015 ada dua daerah yang bisa dipilih untuk melaksanakan KKN; Sabang dan Pidie.

Jauh-jauh hari sebelum mendaftar, saya sudah niatkan diri untuk memilih Sabang sebagai tempat ber KKN. Ketika itu saya mikirnya ini adalah momen yang pas; KKN sambil liburan. Setelah mendaftar, jadilah saya sebagai calon mahasiswa yang akan melaksanakan KKN. Setelah menunggu pengunguman sekian lama, akhirnya saya ditetapkan sebagai salah satu dari salah-salah lainnya sebagai mahasiswa yang akan melaksanakan KKN di Kota Sabang untuk periode IX. Alhamdulillah.....

Setelah mengurus berbagai keperluan selama KKN nantinya, kami pun berangkat menuju Sabang. Yeeeesss Sabang i’m coming.........

Di Sabang kami ditempatkan digampong Ie Meulee Kecamatan Sukajaya. Tepatnya di Jurong Bahagia sumur tiga. Bisa dibayangkan, hampir tiap hari bahkan tiap menit kami akan melihat indahnya pantai Sumur Tiga. Dimana pantai ini mempunyai garis pantai terpanjang di Sabang dan juga sangat terkenal dengan pasir putihnya. Kapan lagi coba bisa tinggal dekat dengan objek wisata yang sangat terkenal selama sebulan lamanya????


Pantai Sumur tiga

Sesuai peraturan dari pihak rektorat, KKN berlangsung selama lebih kurang sebulan lamanya dan itu artinya, kami akan menjadi anak pulau selama sebulan. Sungguh tak terbayangkan sebelumnya akan tinggal disebuah pulau selama sebulan. Selama ini juga banyak beredar kabar bahwa apabila terkena malaria Sabang, maka sangat susah untuk bisa sembuh lagi. Dalam artian ketika sudah sembuh maka bisa saja suatu waktu ia kambuh lagi.

Ketika tiba pertama kali di Sabang, ada yang namanya penyambutan yang dilakukan oleh pihak walikota Sabang. Penyambutan ini ditempatkan di aula kantor walikota Sabang. Pada sesi penyampaian kata sambutan yang disampaikan oleh walikota Sabang, dengan sangat tegas Bapak Walikota mengatakan bahwa Sabang 0% kasus malaria. Bahkan sudah diakui keabsahannya oleh WHO (World Health Organisation). Jadi tidak usah takut kalau hendak ke Sabang.

Hari pertama di Sabang kami lewati dengan sukacita, masyarakat di sini cukup ramah-ramah terhadap orang baru. Apalagi terhadap kami mahasiswa KKN. Pemilik rumah yang akan menjadi rumah kami selama sebulan juga sangat ramah.

Waktu pun terus berlalu, detik berganti detik, menit berganti menit dan hari pun terus berganti. Ternyata kehidupan di Sabang sangat santai, tak terlihat yang namanya masyarakat yang terburu-buru atau gabuk. Semua berjalan dengan sangat santai. Pada siang hari kebanyakan toko tutup dan baru buka kembali pada sore hingga malam.

Hanya disabang pula kita bisa melihat berbagai jenis mobil sport keren yang terparkir bebas. Terkadang ada rumah yang mempunyai 2 buah mobil sport sekaligus. Disabang pula kita bisa meninggalkan kunci tanpa perlu takut motor atau mobil di curi maling. 

Dikawasan tempat kami tinggal, memperoleh ikan juga sangat mudah. Banyak anak-anak disini yang mempunyai keahlian menembak ikan. Setengah jam nyelam puluhan ikan sudah berhasil ditembak. Selama KKN pula kami bisa makan berbagai jenis ikan yang tidak pernah kami lihat sebelumnya. 


Terlalu banyak kenangan selama KKN di Sabang. Seperti halnya bertemu kawan-kawan baru yang sudah seperti keluarga sendiri. Dimana pada awalnya kami tidak pada saling kenal hingga akhirnya sudah seperti keluarga sendiri saja. 







Tidak ada komentar:

Posting Komentar