Mahasiswa Kaum Intelektual, Kata Siapa?

Ilustrasi
Banyak hal unik terjadi setiap hari yang sayang kalau dilewatkan begitu saja, seperti halnya siang menjelang sore tadi.
**
Angin berhembus pelan tadi siang, cuaca cukup panas ditambah minimnya pohon sepanjang jalan lingkar kampus Universitas Syiah Kuala (Unsyiah). Rencananya siang tadi saya bersama seorang teman ingin menyebarkan brosur acara Talk Show Asma Nadia yang tinggal menghitung hari. Kebetulan brosurnya sama teman satu lagi yang sedang berada di Fakultas Keguruan. Tempat ia menimba ilmu 4 tahun belakangan ini.

Ketika tiba di FKIP kami memilih sebuah bangku, tepatnya di bawah sebuah pohon yang cukup rindang. Obrolan pun mengalir begitu saja. setengah jam lewat tanpa terasa. Semntara itu sepuluh meter dari tempat kami duduk adalah jalan. Orang biasanya menyebut jalan lingkar kampus, karena memang jalan ini melingkari kampus Unsyiah.

Di tengah keseruan berbagi cerita, tiba-tiba dari arah jalan terdengar suara ribut-ribut. Kami lalu menoleh mendengar keributan tersebut. Ternyata yang membuat keributan itu adalah segerombolan mahasiswa yang saya taksir masih semester awal. Mereka satu rombongan dengan mengendarai motor pelan-pelan. Dalam gerombolan itu terlihat juga satu dua orang cewek yang sedang dibonceng sama anak cowok.

Dari arah gerombolan itu tiba-tiba seorang cowok turun dan menarik-narik tangan seorang cewek yang sedang jalan di trotoar. Tidak berhasil dengan usaha yang dilakukannya, cowok ini tidak langsung menyerah. Lalu ia melanjutkan usahanya dengan sasaran tas. Kami pun semakin serius menatap ke arah gerombolan itu. lalu saya menoleh ke kawan dan bertanya “apa-apaan itu?” dengan wajah serius.

“Biasa, palingan lagi ribut sama pacarnya. Mungkin cowok itu pacarnya.” Jawab teman saya santai.

Ternyata maksud cowok yang menarik-narik tas itu adalah menyuruh cewek ini untuk naik ke atas motor kawannya yang juga cowok. Namun cewek ini keberatan. Hingga akhirnya karena nggak tahan lagi akhirnya cewek ini menyerah dan pasrah diboncengi.

Mereka pun berlalu dan menggas motornya dengan cepat, seolah ingin menuju sebuah tempat. Dalam hati saya menggerutu “ada-ada saja tingkah mahasiswa sekarang yang kalau dilihat lebih mirip perilaku anak SMA”.

Tidak mau terlalu lama dengan masalah tadi, kami pun kembali melanjutkan obrolan yang sempat terpotong gegara iklan dramatis itu. namun sayangnya pas ingin melanjutkan bincang-bincang, azan Ashar berkumandang dari Masjid Jami’ Unsyiah yang hanya berjarak seratus meter dari tempat kami. Obrolan pun kami cukupkan dan janjinya akan dilanjutkan lagi setelah Ashar di salah satu warkop.

Setelah shalat Ashar, saya berdua dengan kawan tidak langsung ke warkop. Tapi menuju ke salah satu kampus swasta untuk menunaikan tugas menyebarkan brosur tadi. Di tengah perjalanan kami kembali melihat gerombolan mahasiswa tadi dan disitu terlihatlah cewek yang ditarik-tarik tadi sudah berlumuran dengan tepung dan telur. Teman-temannya yang lain tertawa di tengah keterpakuan cewek ini. Sepertinya cewek ini baru saja merayakan hari kelahirannya.

Ilustrasi
Dalam hati saya miris melihatnya. Ternyata masih ada budaya seperti ini. Wajar saja intelektualitas mahasiswa dewasa ini diragukan kalau prkatek-praktek semacam ini masih ada. Mungkin saya termasuk orang yang sedikit beruntung karena tidak ada teman yang seusil ini. Namun dalam hati, Melihat kejadian semacam ini jujur saja semua tubuh seolah jadi lemas dan meringsut perlahan. Antara kasian dan miris.

Semoga saja mereka membaca postingan ini dan memikirkan kembali makna dibalik perbuatannya. Memang tak dipungkiri hal-hal semacam ini menjadi semacam luapan kesenangan atas bertambahnya umur seorang teman. Tapi disisi lain ada begitu banyak ketidakmanfaatan dari tindakan-tindakan semacam ini. Disamping terjadinya mubazir juga tidak mencerminkan sikap dan perilaku seorang mahasiswa yang notabene nya adalah kaum intelektual.



1 komentar:

  1. Owalah... jadi berkelanjutan tadi ya dekmat, hahahaa.... masih zamannya alay coz baru lulus SMA...

    setuju, seharusnya tidak ada lagi perayaan semacam ini, apalagi sudah mahasiswa. dulu juga pernah melakukan hal yang sama, tapi kalo di pikir2 gak ada manfaatnya juga, nyesel kami.. hiks. yg ada seluruh badan dan baju bau telur busuk... haha

    BalasHapus