SEGELAS LEMON TEA DARI CEK IN COFFEE BANDA ACEH




Jika ada penghargaan untuk kota dengan warung kopi terbanyak maka Banda Aceh pasti akan masuk sebagai salah satu nominator. Kegemaran masyarakat untuk nongkrong membuat kota ini kebanjiran warung kopi. Hampir di setiap sudut kota, kita akan menemukan satu, dua bahkan tiga warung kopi. Pertumbuhan warung kopi di Banda Aceh bak jamur di musim hujan. Lahirnya warung kopi dengan berbagai konsep seakan tidak ada matinya di kota yang pernah dihempas tsunami 2004 silam ini.

Salah satu warung kopi yang baru launching Januari 2017 adalah Cek In Coffee. Beralamat di Jalan Teuku Nyak Arief Banda Aceh, warung kopi yang menawarkan konsep sederhana namun elegan ini cukup nyaman untuk dijadikan tempat tongkrongan.


Selang beberapa hari sejak launching, saya coba nongkrong di tempat ini. Saat tiba, yang pertama sekali terlihat adalah deretan kursi kayu cokelat muda dipadukan dengan warna hitam. Cukup menarik dan tidak terkesan norak. Masuk lebih ke dalam, kita akan menemukan konsep yang hampir sama. Namun ada sederet kursi di tengah ruangan dengan kakinya yang cukup tinggi. Layaknya kursi di meja bar. Untuk kursi yang tinggi ini saya merasa aneh sendiri melihatnya. Lucu saja kesannya ketika duduk di atas kursi setinggi itu.


Kursi Setinggi Bahu Orang Dewasa

Sekilas mengamati lantas saya duduk. Belum banyak pengunjung yang terlihat. Hanya beberapa orang yang sibuk memainkan gadget. Penasaran, saya menyapa seorang kenalan. Dugaan saya, ia kenal dekat dengan pemilik Cek In Coffee. Dari penuturannya, saya mendapatkan informasi bahwa warung kopi ini ramai ketika malam hari. Rasa penasaran saya terjawab.

Dari segi pelayanan,  pramusaji masih malu-malu ketika menanyakan pesanan. Seharusnya kesalahan seperti ini tidak terjadi, walau pada tempat baru sekalipun. Dengan malu-malu pramusaji mencatat pesanan saya, segelas lemon tea hangat.

Pesanan yang ditunggu-tunggu pun tiba. Segelas lemon tea hangat dari Cek In Coffeee. Rasanya cukup enak. Pas di lidah. Lemonnya fresh dan disematkan pada bibir gelas. Dengan ukuran gelas yang standar membuat saya nyaman menghabiskan minuman ini.

Jika anda penikmat kopi. Cek In Coffee juga menyediakan berbagai varian kopi. Ada kopi luwak, Coffee Mix, kopi susu hingga kopi hitam biasa. Untuk urusan makanan tidak perlu khawatir, ada Mie Aceh dan martabak telur yang siap menggoyang lidah anda.


Segelas Lemon Tea Hangat Segar

Puas dengan minuman yang disajikan, saya merasa ada sedikit ketidaknyamanan nongkrong di Cek In Coffeee, yaitu kebisingan dan internet yang bermasalah. Untuk kebisingan, mungkin hal ini sulit dihilangkan mengingat letak warung kopi ini dekat sekali dengan jalan raya. Kecuali pemiliknya memasang sekat berupa kaca pada pintu masuk. Sehingga suara lalu lalang kendaraan menjadi berkurang. Untuk internet yang bermasalah, saya berharap waktu itu pramusaji menjelaskan kepada pengunjung apa yang sedang terjadi. Apakah memang jaringannya atau modem wifi yang error.

Nah, itu dia sekilas pengalaman saya ketika nongkrong di Cek In Coffee Lamnyong. Tentunya postingan ini semata-mata adalah pengalaman pribadi yang saya rasakan. Bisa jadi yang anda rasakan akan berbeda. Sejujurnya saya belum puas menikmati warung kopi ini secara keseluruhan. Jika ada kesempatan saya akan kembali bertandang ke Cek In Coffee.


2 komentar:

  1. dulu saya sangat gemarkan minum kopi. harini dah lebih kepada minum tea sahaja. tapi nanti kalau ada rezeki ke aceh boleh la cuba ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ditunggu kedatangannya ke Aceh Uncle Zuan, di sini kita terkenal sekali dengan kopi

      Hapus